top of page

Green Building & Sustainability Design: Workshsop inspiratif untuk mengeksplorasi peran desain berkelanjutan dan teknologi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan efiseien

  • Gambar penulis: Tekno Logika Utama
    Tekno Logika Utama
  • 20 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

Dalam upaya mendorong penerapan desain bangunan yang lebih berkelanjutan, Tekno Logika Utama bersama Trimble SketchUp dan ACA Pacific telah sukses menyelenggarakan bertajuk “Green Building and Sustainability Design” pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Penang Bistro, Central Park Mall, Jakarta Barat.


Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pengajar dan profesional untuk mengenal lebih jauh bagaimana teknologi dapat membantu proses perancangan bangunan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan aspek efisiensi energi, pencahayaan alami, kenyamanan termal, serta keberlanjutan sejak tahap awal desain.




Salah satu topik utama yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Sefaira, solusi analisis performa bangunan yang terintegrasi dengan workflow SketchUp.


Green Building dan Sustainability Design Bersama Prof. Dr. Lim Chin Haw

Sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Lim Chin Haw, pakar riset bangunan dan kota Net-Zero dari Fakultas Inovasi dan Teknologi, Taylor’s University.

Dalam sesi ini, peserta diajak melihat bagaimana pendekatan desain berkelanjutan dapat diterapkan sejak tahap konseptual, bukan hanya setelah desain bangunan selesai. Dengan melakukan evaluasi performa sejak awal, berbagai keputusan desain seperti bentuk bangunan, orientasi, bukaan, serta strategi selubung bangunan dapat dipertimbangkan berdasarkan dampaknya terhadap performa bangunan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep performance-based design, yaitu melakukan evaluasi terhadap performa bangunan secara lebih awal dan berulang selama proses desain.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika arsitek dan desainer dituntut menghasilkan bangunan yang lebih hemat energi sekaligus mampu memenuhi target keberlanjutan.



Mengenal Sefaira: Analisis Performa Bangunan dalam Workflow SketchUp

Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Sefaira, platform analisis performa bangunan yang dapat menggunakan geometri dari SketchUp untuk memberikan insight mengenai performa desain.

Sefaira dirancang terutama untuk tahap conceptual dan schematic design, sehingga desainer dapat melakukan simulasi dan membandingkan berbagai alternatif desain sebelum keputusan desain menjadi terlalu kompleks untuk diubah.

Dengan Sefaira, model yang dibuat di SketchUp tidak hanya digunakan sebagai representasi visual bangunan. Model tersebut juga dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi bagaimana sebuah desain berpotensi bekerja dari sisi energi, daylight, kenyamanan, hingga kebutuhan HVAC.

Pendekatan ini membantu mengubah proses desain dari sekadar “mendesain terlebih dahulu, menganalisis kemudian” menjadi proses yang lebih iteratif:

Model → Analisis → Evaluasi → Optimasi → Analisis kembali.


Apa Saja yang Bisa Dianalisis dengan Sefaira?

Sefaira menyediakan sejumlah metrik yang dapat membantu desainer memahami performa bangunan sejak tahap awal.

1. Energy Use & Carbon Emissions

Sefaira dapat membantu mengevaluasi penggunaan energi dan emisi karbon dari sebuah desain. Informasi ini dapat digunakan untuk membandingkan berbagai alternatif desain dan memahami bagaimana keputusan arsitektural berpotensi memengaruhi konsumsi energi bangunan.

Dengan demikian, perubahan pada konsep massa bangunan, orientasi, selubung, maupun strategi desain lainnya dapat dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap performa energi.

2. Daylight Analysis

Pencahayaan alami merupakan salah satu aspek penting dalam desain bangunan berkelanjutan.

Sefaira menyediakan beberapa output terkait daylight, termasuk Daylight Factor,

Direct Sun Exposure, dan Annual Daylight, termasuk metrik Spatial Daylight Autonomy (sDA).

Melalui analisis tersebut, desainer dapat memperoleh gambaran area mana yang mendapatkan pencahayaan alami yang cukup dan bagaimana perubahan desain seperti posisi bukaan, ukuran jendela, atau kedalaman ruang dapat memengaruhi distribusi cahaya.

Hasil analisis juga dapat divisualisasikan dalam bentuk grafik dan heatmap sehingga lebih mudah dipahami ketika digunakan dalam proses evaluasi desain.

3. Thermal Comfort

Selain energi dan daylight, kenyamanan pengguna juga menjadi bagian penting dalam desain bangunan.

Sefaira memungkinkan pengguna mengevaluasi aspek thermal comfort, termasuk melihat bagaimana strategi seperti shading dan bukaan dapat memengaruhi kondisi termal ruang.

Dengan insight tersebut, keputusan mengenai penggunaan shading, window opening, dan strategi pasif lainnya dapat dipertimbangkan lebih awal dalam proses desain.

4. HVAC

Sefaira juga dapat membantu mengevaluasi dampak keputusan desain arsitektural terhadap kebutuhan sistem HVAC.

Analisis ini dapat digunakan untuk melakukan perbandingan berbagai alternatif sistem serta menghasilkan estimasi awal kebutuhan HVAC yang dapat membantu proses perencanaan dan estimasi biaya.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan HVAC sejak tahap awal, desain dapat diarahkan untuk mencapai keseimbangan antara kenyamanan pengguna dan efisiensi energi.


Membandingkan Alternatif Desain dengan Lebih Cepat

Salah satu manfaat penting Sefaira adalah kemampuannya membantu desainer membandingkan berbagai alternatif desain.

Pengguna dapat mengevaluasi beberapa pilihan massing, layout, dan building envelope untuk mengetahui strategi mana yang memberikan performa lebih sesuai dengan target proyek.

Sebagai contoh, sebuah desain dapat dibandingkan berdasarkan:

  • Bentuk dan massa bangunan

  • Orientasi bangunan

  • Luas dan posisi bukaan

  • Building envelope

  • Strategi shading

  • Natural ventilation

  • Sistem HVAC

  • Target penggunaan energi

  • Performa daylight

Dengan proses tersebut, keputusan desain tidak hanya berdasarkan estetika atau pengalaman visual, tetapi juga didukung oleh data performa.


Dari Model 3D Menjadi Insight Performa

Keunggulan lain dari pendekatan Sefaira adalah kemampuannya membawa analisis performa lebih dekat dengan proses modeling.

Sefaira dapat menggunakan geometri dari SketchUp atau Revit, sehingga model konseptual dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan studi performa.

Hal ini membuat proses analisis menjadi lebih relevan untuk tahap awal desain. Model tidak harus menunggu sampai seluruh detail konstruksi selesai untuk mulai dievaluasi.

Dalam praktiknya, model konseptual yang lebih sederhana justru dapat memberikan insight performa dengan lebih cepat. Pendekatan ini memungkinkan desainer melakukan proses test, adjust, dan test kembali secara berulang selama pengembangan desain.


Mendorong Desain Bangunan yang Lebih Berkelanjutan

Penerapan teknologi seperti Sefaira menunjukkan bahwa konsep green building tidak harus menjadi tahap terpisah dari proses desain.

Sebaliknya, prinsip keberlanjutan dapat mulai dipertimbangkan ketika arsitek masih menentukan bentuk bangunan, orientasi, layout, bukaan, dan strategi envelope.

Dengan memperoleh feedback performa sejak awal, desainer memiliki kesempatan lebih besar untuk mengidentifikasi masalah, membandingkan alternatif, dan mengoptimalkan desain sebelum keputusan tersebut menjadi lebih sulit dan mahal untuk diubah.


Antusiasme Peserta

Sesi edukasi Green Building and Sustainability Design mendapatkan respons positif dari peserta yang hadir. Selain pemaparan materi, kegiatan juga menjadi ruang untuk berdiskusi mengenai tantangan penerapan desain berkelanjutan dalam dunia pendidikan maupun praktik profesional.

Kehadiran Prof. Dr. Lim Chin Haw turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendekatan Net-Zero dan performa bangunan dalam menghadapi kebutuhan pembangunan masa depan.

Melalui sesi pengenalan Sefaira, peserta juga mendapatkan gambaran bagaimana software dapat membantu menghubungkan proses 3D modeling dengan analisis performa bangunan, sehingga keputusan desain dapat dibuat dengan pendekatan yang lebih terukur.


Membangun Masa Depan yang Lebih Hijau melalui Teknologi

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Tekno Logika Utama dalam memperkenalkan teknologi yang dapat mendukung transformasi digital sekaligus mendorong praktik desain yang lebih berkelanjutan.

SketchUp memberikan lingkungan modeling yang intuitif, sementara Sefaira dapat melengkapinya dengan insight mengenai performa bangunan. Kombinasi keduanya memungkinkan proses desain menjadi lebih informatif sejak tahap awal.

Dengan semakin berkembangnya kebutuhan terhadap bangunan hemat energi dan berkelanjutan, kemampuan untuk menganalisis, membandingkan, dan mengoptimalkan desain sejak tahap konseptual akan menjadi bagian penting dari workflow arsitektur masa depan.

Melalui kegiatan Green Building and Sustainability Design, Tekno Logika Utama berharap semakin banyak pengajar, arsitek, desainer, dan profesional AEC yang dapat mengenal serta memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya lebih baik secara desain, tetapi juga lebih hijau, efisien, dan berorientasi pada masa depan.

Komentar


bottom of page